UPAYA KECIL BERKELANJUTAN MENGURANGI PENYEBAB PEMANASAN GLOBAL MELALUI PEMBELAJARAN PEMBUATAN ALAT PERAGA DALAM PERKULIAHAN FLUIDA

Author: 
Wahyu Hari Kristiyanto
Abstrak: 

Maraknya produksi minuman “air mineral” siap minum berkemasan plastik, dapat menimbulkan banyak sampah plastikterutama botol bekas yang potensial menyebabkan pemanasan global. Upaya untuk mengatasi dengan cara mengendalikanjumlah sampah yang potensial menyebabkan pemanasan global sangat gencar dilakukan terutama di lingkungan pendidikan.Ironisnya, masih banyak generasi muda yang terlihat masih membuang sampah sembarangan, termasuk sampah plastik berupabotol “air mineral” bekas. Hal ini menunjukkan bahwa upaya-upaya tersebut kurang perhatian pada aspek keberlanjutannya,karena mengingat generasi muda tersebut merupakan generasi penerus. Berdasarkan keadaan seperti itu, penulis bermaksudmengajak mahasiswa peserta mata kuliah Fluida untuk dapat memanfaatkan sampah plastik berupa botol “air mineral” bekasmenjadi alat peraga Fisika. Penelitian tindakan kelas dengan analisa deskriptif kualitatif ini dilakukan selama 1 (satu) minggupada sampel yang berjumlah 22 orang mahasiswa yang berasal dari Kecamatan SoE, Kabupaten Timur Tengah Selatan (TTS),Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sampel dapat mengumpulkan barang-barangsampah berupa botol “air mineral” bekas; memanfaatkannya menjadi alat peraga gelas ukur dan pipa U dengan hasil dan fungsiyang baik; dapat menggunakannya dalam kegiatan mengukur massa jenis kayu dan minyak; dan mengalami peningkatanpenguasaan konsepnya. Secara afektif, semua sampel merasakan senang karena dapat mengubah barang bekas yangkurang/bahkan tidak berguna menjadi barang yang sangat bermanfaat apalagi di daerah asal sampel sangat kurang jumlah alatperaga yang ada, bahkan ada beberapa yang akan meneruskan kegiatan serupa dengan memanfaatkan barang-barang bekasmenjadi alat peraga Fisika yang lain. Semoga melalui kegiatan dan penelitian kecil ini dapat memiliki peran yang besar untukmengatasi pemanasan global karena mahasiswa yang akan menjadi guru tersebut akan menularkannya kepada anak didik, danbegitu seterusnya sehingga terbentuklah generasi yang kreatif dan sadar lingkungan yang mampu memanfaafkan barang bekasmenjadi hal yang bermanfaat.