Studi Kegempaan Di Wilayah Sumatra Bagian Utara Berdasarkan Relokasi Hiposenter Menggunakan Metode Inversi

Author: 
Sherly A. Garini
Jihan N. Shohaya
Yashinta Salsabella
Lailatul Kumalasari
Endah Rahmawati, Madlazim
Abstrak: 

Jalur subduksi Sumatra telah mengalami rupture (sobekan) oleh gempa-gempa besar sejak abad 18. Hingga saat ini masih terdapat seismic gap pada sebelah barat pulau Sumatera yang mengindikasikan bahwa energi yang terakumulasi pada jalur subduksi di wilayah sumatra belum terlepas sepenuhnya. Keadaan tersebut menyebabkan sesar wilayah Sumatra bagian utara (Aceh) memiliki aktivitas kegempaan yang tinggi. Pada studi ini data yang digunakan untuk merelokasi hiposenter adalah data hiposenter dan waktu tempuh gelombang P yang didownload dari Geofon and Eida mulai tahun 2006-2013. Metode relokasi hiposenter yang digunakan adalah metoda inversi dengan model kecepatan Sumatera hasil studi sebelumnya. Metode inversi dengan cara coupled-velocity hypocenter yang diterapkan dalam penelitian ini telah meghasilkan relokasi gempa dengan rms rata-rata 0.67detik dan GAP rata-rata 176. Hasil relokasi dipetakan untuk menunjukkan hubungan gempa-gempa area Sumatra Utara dengan sesar Sumatera.