Standardisasi Iodium-125 Menggunakan Sistem Koinsidensi Foton- Foton dengan Detektor NaI(Tl)-NaI(Tl)

Author: 
Pujadi
Gatot Wurdiyanto
Hermawan Candra
Abstrak: 

Radionuklida Iodium – 125 banyak digunakan pada kedokteran nuklir terutama untuk diagnosis gangguan padathyroid. Selain itu sumber standar Iodium -125 juga digunakan sebagai sumber standar untuk kalibrasi beberapa peralatan dibidang kedokteran. Iodium-125 memancarkan foton gamma dengan energi yang relatif rendah tersebar dari 27,2 – 35,5 keV.Sumber Iodium-125 cair dalam bentuk Kalium Iodida (KI) dalam H20 dipreparasi menjadi titik padatan dalam bentuk AgIdengan menambahkan AgNO3, pada penyangga sumber dari plastik poliester tipis. Metode pengukuran aktivitas secaraabsolut Iodium-125 dilakukan menggunakan sistem koinsidensi foton-foton dengan dua buah detektor NaI(Tl) – NaI(Tl), yangdiletakkan berhadap-hadapan dan dilengkapi dengan unit koinsidensi, sehingga diperoleh laju cacah gamma-1, gamma-2 dankoinsidensi. Dua metode dilakukan pada pengukuran Iodium-125, metode pertama dengan variasi jarak sumber ke detektor10 sampai 100 mm dengan masing-masing rentang 10 mm dan metode kedua dengan jarak tetap (tidak divariasikan).Pencacahan dilakukan pada salur energi foton gamma 13 – 42 keV, waktu pengukuran 1000 detik dan setiap cuplikandilakukan pengukuran 10 kali pengulangan. Koreksi pengukuran untuk mendapatkan nilai aktivitas Iodium-125 dilakukanterhadap cacah latar belakang, waktu mati detektor dan waktu resolusi. Pengukuran aktivitas Iodium-125 dengan metodepertama, variasi jarak sumber ke detektor, didapatkan variasi efisiensi berkisar antara 7,4 – 9,1 %. Hasil pengukuran denganmetode pertama didapatkan nilai aktivitas (446,56 ± 3,1) kBq/g dan dengan metode kedua (444,96 ± 1,67) kBq/g, perbedaandari kedua pengukuran 0,36%. Kedua hasil pengukuran aktivitas Iodium-125 tersebut bersesuaian dengan hasil pengukuranaktivitas secara relatif menggunakan Kamar Pengionan 4πγ yang dikalibrasi dengan sumber standar dari PTB – Jerman ,dengan perbedaan 0,76 -1,28 %.