PENGEMBANGAN METODE PENGUKURAN AKTIVITAS 226 Ra, 137 Cs DAN 60 Co MENGGUNAKAN PENCACAH KAMAR PENGION DETEKTOR MERLIN GERIN CPGB 1

Author: 
Wijono
Gatot Wurdiyanto
Pujadi
Abstrak: 

Telah dilakukan pengembangan metode pengukuran aktivitas 226Ra, 137Cs dan 60Co menggunakan  pencacah kamar pengion detektor Merlin Gerin CPGB 1.  Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui unjuk kerja, respon alat, faktor konversi besaran arus ke aktivitas dan ketidakpastia n pengukuran dari Detektor Merlin Gerin pada pencacahan 226Ra, 137Cs dan 60Co.  Metode pengukuran yang digunakan adalah relatif.  Radionuklida standar yang digunakan adalah 226Ra (NBS), 137Cs (PTB) dan 60Co (PTB), sedangkan radionuklida sampel adalah 226Ra (A226-III/05), 137Cs (A372/99) dan 60Co (6011A/99).  Cara yang dilakukan adalah mencacah latar, sumber standar dan sampel menggunakan besaran arus (ampere) dengan masing-masing pengambilan data 15 kali.  Dengan demikian diperoleh akuisisi data, rerata, deviasi standar dan ketidakpastian standar relatif untuk tipe A dari masing-masing tahap pengukuran.  Nilai ketidakpastian tipe B diperoleh dari kepresisian pencacah kamar pengion detektor Merlin Gerin dan umur paro radionuklida.  Hasil peluruhan radionuklida standar 226Ra, 137Cs dan 60Co secara berturut-turut sebesar 99,24; 119,76 dan 6,24 µCi.  Nilai Faktor Konversi arus terhadap aktivitas pada pencacahan 226Ra, 137Cs dan 60Co secara berturut-turut sebesar 3,30; 9,71 dan 2,72 µCi/10-12A.  Hasil menunjukkan karakteristik dari ketiga pencacahan tersebut berbeda.  Hasil perhitungan ketidakpastian bentangan dari pencacahan 226Ra, 137Cs dan 60Co secara berturut-turut sebesar 5,68%, 5,37% dan 12,77%.   Faktor yang menyebabkan perbedaan hasil tersebut adalah kontinuitas akuisisi nilai data dan ketidakpastian umur paro dari masing-masing jenis radionuklida yang digunakan.  Dengan hasil ini diharapkan PTKMR – BATAN sebagai acuan laboratorium nasional dalam bidang metrologi radiasi mampu melakukan kalibrasi dan standardisasi untuk berbagai macam alat ukur aktivitas dan jenis radioisotop dengan selamat dan aman dari segi proteksi radiasi.