Pengaruh Konsentrasi MnO2 terhadap Struktur Kristal dan Sifat Magnetik Zinc Ferrite

Author: 
Anang Hidayatuloh
Mukhtar Effendi
Wahyu Tri Cahyanto
Wahyu Widanarto
Abstrak: 

Pembuatan manganese zinc ferrite dilakukan dengan metode reaksi padatan. Pembuatan MnxZn0.15Fe2O3(0.85-x) dengan x=0; 0,10; 0,15, dan 0,30 (mol%) menggunakan bahan dasar Fe2O3 hasil pemanasan Fe3O4, ZnO (Aldrich, kemurnian 99,9%) dan MnO2 (acros organics, kemurnian 99%). Dalam penelitian ini, ketiga bahan dicampur dengan digerus menggunakan mortar, kemudian kompaksi, kalsinasi, dan sintering pada suhu 1100 oC selama 3 jam. Karakterisasi struktur kristal menggunakan X-ray Diffraction (XRD) menunjukkan bahwa sampel MnxZn0.15Fe2O3(0.85-x) berstruktur kristal kubik dengan konstanta kisi meningkat dengan bertambahnya konsentrasi MnO2. Karakterisasi sifat magnetik menggunakan Vibrating Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan semakin besar konsentrasi MnO2 nilai magnetisasi saturasi dan magnetisasi remanen meningkat sedangkan koersivitasnya menurun. Berdasarkan hasil uji VSM Ssifat magnetik terbaik diperoleh pada sampel MnxZn0.15Fe2O3(0.85-x) dengan x=0,30 karena memiliki magnetisasi saturasi dan magnetisasi remanen yang besar, sedangkan koersivitasnya yang kecil. Hal ini mengindikasikan bahwa sampel tersebut bersifat magnet lunak.