Penentuan Faktor Radionuklida (RF) Dose Calibrator Capintec CRC-712MX untuk Tc-99m

Author: 
Wijono
Gatot Wurdiyanto
Hermawan Candra
Abstrak: 

Telah dilakukan kegiatan penentuan Faktor Radionuklida (RF) Dose Calibrator Capintec CRC-712MX untuk Tc-99m. Dose Calibrator adalah salah satu jenis alat ukur aktivitas radionuklida. Pada umumnya alat ini digunakan oleh Rumah Sakit untuk pengukuran aktivitas Technetium-99m (Tc-99m). Faktor kondisi dan kualitas alat menyebabkan Faktor Kalibrasi untuk tombol Tc-99m terlalu besar, yaitu 1,35. Nilai ini berbeda lebih dari 20% terhadap hasil pengukuran menggunakan alat ukur standarnya. Pada kondisi ini peluang terjadinya kesalahan pengukuran semakin besar, terutama untuk sampel aktivitas kecil. Oleh karena itu perlu dilakukan penentuan Faktor Radionuklida (RF) yang baru untuk memperbaiki nilai Faktor Kalibrasinya. Sistem peralatan yang digunakan meliputi: Dose Calibrator Capintec CRC-712MX, Capintec CRC-7BT, sampel Tc-99m Kode V99m02/2013, Monitor 4, Stabiliser Model SKU dan satu set alat proteksi radiasi. Capintec CRC-7BT adalah alat ukur standar dengan Faktor Kalibrasi 1,02 ± 4,6% untuk Tombol Tc-99m. Proses awal penelitian adalah pengukuran sampel menggunakan alat ukur standar dengan pengulangan data sebanyak 15 kali. Hal yang sama dilakukan menggunakan Capintec CRC-712MX. Selanjutnya mengatur setting sistem faktor radionuklida pada Capintec CRC-712MX berdasarkan selisih hasil data pengukuran aktivitas terhadap alat ukur standar. Sehingga diperoleh hasil pengukuran Capintec CRC-712MX yang sama dengan alat ukur standar. Dalam penentuan Faktor Kalibrasi perlu koreksi peluruhan untuk menghindari kesalahan perhitungan karena umur paro Tc-99m ini cukup pendek, yaitu (6,0067 ± 0,001) jam. Semula Capintec CRC-712MX pada tombol Tc-99m memiliki nomor setting 082 dan setelah dilakukan penentuan Faktor Radionuklida yang baru diperoleh nomor setting 039 dengan Faktor Kalibrasi 0,99 ± 4,72%. Dengan Faktor Kalibrasi yang baik (mendekati 1,00) diharapkan dapat meningkatkan kualitas hasil pengukuran radiasi, sehingga pihak konsumen (pasien) lebih mendapatkan perlindungan keselamatan dari radiasi sesuai peraturan ketenaganukliran yang berlaku.