OPTIMASI SUHU PEMBAKARAN BATUBATA MERAH DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH BATUBARA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS BATUBATA MERAH

Author: 
Ike Mardiyati
Harjana
Abstrak: 

Telah dilakukan penelitian optimasi suhu pembakaran batubata merah dengan penambahan limbah batubara untukmeningkatkan kualitas batubata merah. Limbah batubara yang hanya menjadi permasalahan lingkungan dalam penelitian inidimanfaatkan untuk pembuatan batubata merah. Batubata merah yang dihasilkan dapat meningkatkan kualitas batubata merahbiasa. Penelitian dilakukan dengan mencampur limbah batubara (40%) ke campuran lempung dan sekam (60%). Pada penelitianini suhu pembakaran yang digunakan sebagai berikut:: 5000C, 6000C, 7000C, 8000C, 9000C, dan 10000C. Masing-masing dengankecepatan 135 0C/jam dan suhu penahan selama 3 jam. Hasil penelitian memperlihatkan bata merah mempunyai nilai susutkering (13±2)%. Bata merah kering ini mempunyai warna putih pucat seperti batako, berporositas, tekstur halus, dan tidak adaretakan. Pada suhu pembakaran tertinggi didapatkan hasil yang paling baik, terlihat dari tampakan bata yang berwarna merahbata, tidak ada lengkungan, tidak ada retakan dan berporositas. Pada suhu ini bata memiliki nilai kerapatan terbesar yaitu (2.0 ±0.3)10-3 kg/m3 dan nilai kekerasan terbesar yaitu ( 0.028 ± 0.009 ) J. Susut bakar diperoleh nilai (30 ± 3 )%. Hasil yang diperolehsetelah pembakaran menunjukkan nilai susut bakar semakin tinggi untuk nilai suhu pembakaran yang semakin tinggi. Nilaikerapatan menunjukkan nilai yang semakin besar untuk suhu pembakaran yang semakin besar pula. Hasil penelitian untukkekerasan menunjukkan hasil yang sama, yaitu semakin besar suhu pembakaran maka semakin besar pula kekerasannya. Secarakeseluruhan bahan-bahan uji tidak mengalami retakan, tidak terjadi lengkungan dan berpenyiku