Karakterisasi Bidang Longsoran dan Penentuan Kondisi Kritis Berdasarkan Sifat Kelistrikan Bumi di Perbukitan Amahusu, Kota Ambon Dengan Metode Geolistrik Resistivitas

Author: 
Matheus Souisa
Lilik Hendrajaya
Gunawan Handayani
Abstrak: 

Intensitas sebaran longsoran di Indonesia akhir-akhir ini terus meningkat di daerah perbukitan dan pegunungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik longsoran di lokasi yang berpotensi longsor, dan mengidentifikasi parameter kritis longsoran. Lokasi penelitian adalah lahan perbukitan yang berada pada wilayah berpotensi longsor di perbukitan Tanjung Kayu Besi Amahusu Kota Ambon Provinsi Maluku. Penyelidikan bidang longsoran menggunakan metode geolistrik resistivitas dengan konfigurasi Wenner-Schlumberger dan pengukuran dibagi atas enam lintasan. Hasil penelitian memberikan karakterisasi daerah longsoran tipe slide rotasi. Lokasi longsor merupakan daerah tebing dengan kemiringan 84.2% (40.1º) dan kedalaman 128 m. Citra penampang resistivitas menunjukkan korelasi data geologi dan nilai resistivitas keenam lintasan diperoleh litologi daerah penelitian didominasi oleh nilai resistivitas sedang dengan struktur lapisan berupa lapisan lempung yang bercampur dengan batuan lapuk dan lapisan lempung dengan jenuh air. Kedua lapisan tersebut saling kontak dan membentuk kemiringan terhadap permukaan tanah sehingga menyebabkan adanya potensi kritis gelincir diatasnya.