Gamma Scanning in on-stream Investigation of 2DC-302 Dehydrogenation Reactor

Author: 
Wibisono
Abstrak: 

Abstract – 2DC-302 is a dehydrogenation reactor at petrochemical plant in Merak, Banten.The processing unit has a 23m heightand 3.6m inside diameter. The reactor consists of parabolic deflector, catalyst, screen, feed inlet and feed outlet. FeedInletof the unit come from 2DC-301 dehydrogenation reactor and the outlet flowed to Waste Heat Exchanger unit. The 2DC-302 indicated maloperation due to increasing delta pressure. BATAN was contribute to diagnose the malfunction using nuclear technology. A gamma emitter 200 mCi Co-60 and a scintillation detector installed to the reactor and conducted scanning from bottom to the top. The inspection applied six grid scan within 50mm scan resolution. Radiation intensity plotted as scan profile curve on x-y graph in which y-axis as elevation and x-axis as radiation intensity. Scan profile interpreted an abnormal construction at the bottom to 4000mmheight. The abnormal curve suspected caused by deformation of screen catalyst. The investigation report guided inspection engineers to focus on this point of maintenance work.

Abstrak – 2DC-302 adalah reaktor dehidrogensisasi pada pabrik petrokimia di Merak Banten. Unit proses ini memiliki tinggi 23m dan diameter dalam 3,6 m. Reaktor terdiri dari deflektor parabolik, katalis, screen, feed inlet dan outlet. Feed inlet berasal dari unit reaktor dehidrogenisasi 2DC-301 sedangkan outletnya mengalir ke waste heat exchanger. 2DC-302 ini terindikasi mengalami malfungsi berdasarkan peningkatan selisih tekanan operasi. BATAN ikut andil untuk mendiagnosa malfungsi tersebut menggunakan teknologi nuklir. Sumber gamma 200mCi Co-60 dan detektor sintilasi yang ditempatkan pada reaktor dan memindai dari bawah ke atas. Inpeksi ini menggunakan 6 grid scan dengan scan resolusi sebesar 50 mm. Intensitas radiasi diplot dalam bentuk kurva di mana sumbu-y adalah elevasi dan sumbu-x adalah intensitas radiasi. Profil pemindaian menunjukkan telah terjadi abnormalitas konstruksi pada bagian dasar hingga ketinggian 4000 mm. Laporan pemeriksaan ini kemudian mengarahkan para teknisi untuk fokus melakukan pemeliharaan pada bagian tersebut.