Fungsi Autokorelasi Data foF2 Ionosfer

Author: 
Slamet Syamsudin
Abstrak: 

Frekuensi kritis lapisan F2 ionosfer (foF2) dapat disajikan dalam deret waktu yang dinyatakan dalam bentuk kurva yang bervariasi dari waktu ke waktu yang akan mengikuti bentuk sinusoidal dengan perioda tertentu misalnya k. Dengan adanya sifat periodic tersebut, maka sifat-sifat fisi foF2 sekarang, bahkan yang akan datang dipengaruhi oleh sifat-sifat foF2 untuk beberapa selang waktu periode sebelumnya. Salah satu parameter statistik yang digunakan untuk mengkaji sifat-sifat di atas dalam bentuk deret waktu adalah fungsi autokorelasi. Mengingat data foF2 sangat banyak setiap jamnya, maka penelitian dilakukan dengan menggunakan median data foF2 pada setiap strata yaitu dalam satu hari ada 8 strata (1 strata= 3 jam). Kemudian median data foF2 pada setiap strata diakumulasikan dalam pola bulanan, data median pola bulanan ini ditransformasikan menjadi median data foF2 dalam bentuk pola harian. Dari hasil analisis dengan menggunakan data foF2 selama 1 tahun (2001) di Loka Pengamatan Dirgantara Sumedang, diperoleh bentuk fungsi autokorelasi dari sebaran data tersebut. Fungsi autokorelasi menunjukkan bahwa sebaran data foF2 pada setiap strata mengindikasikan adanya periode 1 bulanan (24 jam) dan periode 1/2 bulanan (12 jam).