Estimasi Tanggal Hari-Hari Besar Islam Secara Numerik

Author: 
Budi Santoso
Abstrak: 

Estimasi tanggal hari-hari besar islam dapat diperhitungkan secara numerik menggunakan suatu program yang disusun dalam bahasa FORTRAN77 dalam bentuk EXE dan dinamakan HBI.EXE. Perhitungan-perhitungan untuk menentukan tanggal 1 Ramadan dan 1 Syawal telah dilakukan oleh Lembaga Hisab, dengan teliti, mencakup sudut elongasi, ketinggian hilal dan lain-lain yang hanya dapat dimengerti oleh para ahli hisab. Perhitungan numerik yang diusulkan oleh Budi Santoso dan Puji Hartoyo lebih mudah modelnya dan telah memberikan bukti akurasi yang berdasar pengalaman sesuai dengan i tanggal keputusan pemerintah. Model yang telah disusun adalah menentukan kapan terjadi konjungsi (newmoon), dengan asumsi matahari terbenam jam 18.00, serta umur terbitnya bulan akan terjadi setelah lebih 8 jam dari saat konjungsi. Asumsi berikutnya adalah hilal terjadi bila saat konjungsi waktu menunjukkan kurang dari jam 10 pagi. Makin awal konjungsi dari jam 10 padgi makin tepat ramalan terjadinya hilal. Namun dekat sekitar jam 10 pagi terjadi ketidak pastian. Perhitungan sangat teliti memang tidak diperlukan karena ketidak pastian terhadap penampakan hilal terjadi juga oleh faktor -faktor cuaca, posisi geografis, posisi astronomis, dan kecanggihan pengamat pada daerah abu-abu ini. Dalam hal demikian program komputer akan memberitahuan ketidakpastian apakah maju atau mundur satu hari, tergantung hilal berdasar pengamatan. Metode penentuan 1 Ramadan dan 1 Syawal yang telah kami kembangkan diperluas untuk estimasi hari-hari besar islam. Detil dari program diurai dalam makalah. Hasil-hasil perhitungan numerik sesuai dengan kalender yang ada, sedangkan ramalan sampai tahun 2088 masih menunggu data mendatang.