DOSIMETER THERMOLUMINESENSI SEBAGAI DOSIMETRI PERSONAL DALAM PEMANTAUAN DOSIS RADIASI EKSTERNAL

Author: 
Hasnel Sofyan
Abstrak: 

Setiap pekerja radiasi wajib menggunakan dosimeter pe rsonal secara terus-menerus untuk memantau dosis paparan radiasi pengion yang diterimanya agar tidak melampaui nilai batas dosis yang ditetapkan. Dalam aplikasinya, untuk pemantauan dosis radiasi eksternal, dibutuhkan dosimeter luminesensi personal yang tepat dengan karakteristik dosimetri yang baik. Menurut standar internasional (ISO, IEC), tanggapan dosim eter terhadap foton (termasuk sinar-X dan gamma) pada dosis antara 1 – 1.000 mSv harus linier dari energi rendah beberapa keV sampai energi tinggi 60Co (1,25 MeV), dengan perbandingan relatif tanggapan dosisnya dalam ±10%. TLD yang membutuhkan stimulasi panas dalam proses pembacaan akan kehilangan pusat luminesensi, sehingga untuk estimasi ulang dosis tidak dapat dilakukan. Di samping itu, TLD juga akan kehilangan sensitivitasnya karena fenomena fading, thermal quenching dan annealing. Sensitivitas TLD LiF:Mg,Cu,P akan mengalami penurunan mencapai 40%, 17% dan 27% pada proses pembacaan kali ke 50 dengan temperatur annealing masing-masing pada 243 ° C, 237 ° C dan pada temperatur standar 240° C. Namun, TLD LiF dengan pengkayaan unsur 6Li atau 7Li masih tetap menjadi pilihan utama dalam dosimetri neutron. Setiap dosimeter personal memiliki karakteristik dosimetrik yang disesuaikan  dengan tempat bekerja, jenis dan laju paparan radiasi.