Aplikasi Wavelet pada Proses Ekstraksi Ciri Sinyal Keluaran Electronic-Nose untuk Deteksi Bahan Herbal

Author: 
Fajar Hardoyono
Kuwat Triyana
Abstrak: 

Penggunaan wavelet untuk mengekstraksi ciri pola keluaran larik sensor gas dalam sistem olfaktori elektronik atauelectronic nose (yang selanjutnya disebut enose) telah diterapkan terhadap empat macam sampel bahan herbal. Keempatbahan herbal tersebut meliputi: jahe (zingiber officinale), temulawak (cucuma zanthorizha), kunyit (curcuma domestica val)dan lengkuas (languas galanga). Enose yang digunakan terdiri atas empat sensor gas berbahan logam oksida seri TGS 822,TGS 825, TGS 826, dan TGS 880. Seperti dalam sistem olfaktori pada manusia (hidung) maka untuk dapat mengidentifikasipola berdasarkan aroma khas yang ada pada setiap sampel bahan herbal, enose harus melalui serangkaian proses pelatihandan pengujian dengan model tertentu, salah satunya dengan menggunakan jaringan syaraf tiruan (JST). Sebelum diproseslebih lanjut, sinyal keluaran (berupa tegangan) dari masing-masing sensor yang membentuk suatu pola perlu diekstraksi untukmemperoleh karakteristik ciri masing-masing sampel sekaligus mereduksi himpunan datanya. Dalam bidang pengolahansinyal seperti pada seismik, transformasi wavelet terbukti merupakan metode yang handal untuk mencari ciri dari suatu pola.Dengan menggunakan dekomposisi wavelet daubechies 4 tingkat 8, sinyal asli keluaran yang membentuk sinyal kontinyu takperiodik dengan himpunan data berbentuk matriks 400×4 tereduksi menjadi himpunan data yang tersusun atas matriksberukuran 16×4, dimana setiap sensor akan diwakili dengan himpunan data berdimensi 16 yang merupakan nilai koefisienaproksimasi cA8, dan himpunan data koefisien detail cD8. Matriks berukuran 16×4 inilah yang merupakan hasil ekstraksi cirimasing-masing sinyal keluaran sistem larik empat sensor. Makalah ini baru membahas hasil ekstraksi ciri yang ditampilkansecara visual dan belum diterapkan dalam system pengenal pola.