Analisis Visibilitas Bulan Baru (Hilal) dengan Hisab Melalui Prinsip Kecemerlangan Optik (Optical Luminosity)

Author: 
Riswanto
Yudhiakto Pramudya
Abstrak: 

Visibilitas bulan baru terjadi ketika bulan telah lepas dari keadaan konjungsi. Ahli hisab dan astronom memiliki kriteria berbeda dalam menentukan waktu terlihatnya hilal dari posisi horizon. Penelitian ini melakukan analisis tingkat kecemerlangan cahaya (luminosity) hilal. Perhitungan tingkat kecemerlangan cahaya hilal menggunakan prinsip perhitungan Kastner untuk objek yang dekat dengan matahari. Visibilitas hilal dapat diamati selama ±20 menit dengan patokan horizon bumi. Kecemerlangan cahaya hilal dipengaruhi oleh posisi geografis pengamat yang meliputi bujur dan lintang geografis pengamat, RA bulan, RA matahari, deklinasi bulan, deklinasi matahari, azimut matahari, dan azimut bulan. Kecemerlangan cahaya hilal akan berkurang seiring dengan semakin tenggelamnya matahari. Akibat perbedaan azimut bulan dengan matahari mengakibatkan adanya sudut transisi pengamat dengan hasil yangmenunjukkan bahwa Kecemerlangan cahaya hilal juga mengalami perubahan. Namun perubahannya relatif lebih kecil bila dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.