Analisis Keterkaitan Perilaku Curah Hujan di Makassar dan Ambon dengan Fenomena IOD, El-Niño/La-Niña, PDO dan ARLINDO

Author: 
Arief Suryantoro
Abstrak: 

Fokus utama pembahasan dalam makalah ini adalah upaya untuk mengetahui karakteristik curah hujan di Makassar dan Ambon terkait dengan perilaku suhu permukaan laut di Benua Maritim Indonesia, di Samudera Hindia dan Pasifik, yang diwakili oleh ARLINDO, IOD, El Niño / La Niña, dan PDO. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa, curah hujan di Makassar menunjukkan pola monsunal. Puncak curah hujan terjadi di bulan Januari (668 mm), terendah pada bulan Agustus (8 mm). Sedang curah hujan di Ambon menunjukkan pola lokal, dengan puncak curah hujan terjadi di bulan Juni (568 mm) dan terendah pada bulan Nopember (78 mm). Korelasi terbaik antara curah hujan di Makassar: dengan IOD terjadi pada tahun 1994 ( r = -0,83), dengan El Niño / La Niña terjadi pada tahun 2008 (r = -0,89), dan dengan PDO terjadi pada tahun 2008 ( r = -0,89).

Download Makalah :