Analisis Datangnya Musim Kemarau 2015

Author: 
Eddy Hermawan
Nurzaman Adikusumah
Shailla Rustiana
Abstrak: 

Makalah ini utamanya membahas kondisi iklim, khususnya curah hujan saat ini dan prediksinya dalam beberapa bulan mendatang berbasis kepada data iklim global, khususnya data indeks IOD (Indian Ocean Dipole) dan SST (Sea Surface Temperature) Niño 3.4. Hal ini penting dilakukan mengingat beberapa kawasan Indonesia, khususnya di kawasan Barat Indonesia, masih saja menerima curah hujan dengan intensitas di atas normal. Secara normal, bulan April mestinya sudah dimulai musim transisi dari musim hujan ke musim kemarau. Dengan asumsi bahwa kedua fenomena di atas masih tergolong dalam batasan normal (neutral), maka tahun 2015 ini dan juga menjelang awal tahun 2016 kondisi curah hujan di kawasan barat Indonesia diduga masih tergolong normal. Gambaran normal curah hujan tersebut terlihat jelas menggunakan data CRU (Climatic Research Unit) selama tahun pengamatan. Karena kondisinya normal, maka diduga jika musim hujan (MH), khususnya untuk Pulau Jawa dimulai bulan Desember, Januari dan Februari (DJF). Musim transisi pertama (perubahan dari musim hujan ke musim kemarau (MK)), terjadi sekitar bulan Maret, April dan Mei (MAM). Musim kemarau sendiri terjadi di sekitar bulan Juni, Juli dan Agustus (JJA). Sementara musim transisi kedua (perubahan dari musim kemarau ke musim hujan) terjadi sekitar bulan September, Oktober dan November (SON). Dengan demikian, jelas terlihat bahwa Monsunlah yang hingga kini masih mendominasi mengontrol dinamika curah hujan di Indonesia, khususnya Pulau Jawa.