33-37 Perbandingan Elektroda Konvensional dan Elektroda Tempel pada Metode Resistivitas untuk Identifikasi Model Anomali Bawah Permukaan

Author: 
Muhammad Fachrul Rozi Kurniawan
Sorja Koesuma
Darsono
Abstrak: 

Elektroda merupakan komponen vital dalam metode resistivitas yang berfungsi untuk menginjeksikan arus ke dalam bumi serta mengukur potensial yang ditimbulkan. Elektroda yang umum digunakan adalah elektroda konvensional yaitu elektroda besi yang ditancapkan ke dalam tanah, namun jenis elektroda ini tidak selamanya dapat digunakan misalnya pada kondisi permukaan tertutup (plester/paving) atau cagar budaya karena dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan pada situs dangkal, sehingga diperlukan elektroda yang tidak ditancapkan ke tanah, elektroda ini disebut elektroda tempel. Pemodelan bawah permukaan dibuat di akuarium yang di dalamnya ditanam pipa PVC berdiameter 11,4 cm sebagai anomali. Pada permukaan tanah terbuka pengukuran dilakukan dengan elektroda konvensional dan pada plester dengan elektroda tempel kombinasi lempung dan cairan elektrolit (air dan air garam). Berdasarkan hasil yang diperoleh elektroda tempel, kombinasi lempung dan air garam memiliki hasil yang paling mendekati dengan hasil menggunakan elektroda konvensional. Pengukuran menggunakan elektroda konvensional dan elektroda tempel di lapangan menghasilkan penampang resistivitas 2D yang identik.