Metode Penetapan Tingkat Panduan Paparan Medik di Radiologi Diagnostik dan Tinjauan di Beberapa Negara

Author: 
Putri Suryo Dinoto, Intanung Syafitri
Abstrak: 

Salah satu langkah yang diperlukan untuk mendapatkan optimisasi proteksi radiasi pada pasien yang mengalamipemeriksaan radiodiagnostik yaitu penetapan tingkat panduan paparan medik. Optimisasi secara tidak langsung menyatakanbahwa pemeriksaan dilakukan sedemikian rupa sehingga dosis radiasi sekecil mungkin tanpa membahayakan keamanandiagnostik. Dalam hal tersebut harus diterapkan pula justifikasi dengan mempertimbangkan bahwa manfaat lebih besardaripada resiko yang ditimbulkan. Justifikasi dan optimisasi tersebut adalah prinsip proteksi radiasi yang utama padapemanfaatan sinar-X dalam bidang diagnostik. Istilah tingkat panduan paparan medik untuk pertama kali diperkenalkan olehKomisi Internasional tentang Proteksi Radiasi (ICRP) pada tahun 1996, khususnya sebagai pedoman yang ditetapkan olehbadan profesional untuk digunakan pada dosis pasien atau asupan radiofarmaka, dan memerlukan kajian jika secarakonsisten nilai tersebut terlampaui. Penetapan tingkat panduan paparan medik dapat dilakukan dengan dua metode yaitumenggunakan phantom dan pasien. Di beberapa negara (Jerman, Portugis, dan Uni Emirat Arab), penetapan tingkat panduanpaparan medik dilakukan dengan menggunakan pasien yang memiliki berat badan standar (Jerman 70 ±3 kg, Portugis 70 ±10kg, Uni Emirat Arab 65 dan 75 kg) pada minimum 10 pasien. Dosis hasil pengukuran akan dibandingkan dengan tingkatpanduan paparan medik yang ditetapkan sebelumnya.