Konsistensi Hambatan Kawat Kumparan Terhadap Hukum Ohm pada Berbagai Medium

Author: 
Sandi Somantri
Moh. Toifur, Sumaji
Abstrak: 

Hukum Ohm mengungkapkan hubungan linear antara beda potensial dan kuat arus listrik yang mengalir dalam suatu konduktorberhambatan. Di Indonesia pada tingkat SLTP dan SLTA hukum Ohm jarang sekali dipelajari dengan eksperimen, tapi lebih banyak ditinjaudari segi teori yang terdapat pada buku referensi sehingga siswa kurang mendapatkan gambaran nyata. Di perguruan tinggi hukum Ohmpembelajarannya disertai dengan percobaan yang menggunakan berbagai jenis bahan, salah satunya adalah kawat kumparan. Penelitiantentang konsistensi kawat kumparan terhadap hukum ohm penting dilakukan karena banyak peralatan elektronik yang memanfaatkan kawatkumparan. Terkait hal itu telah dilakukan percobaan hukum Ohm menggunakan kumparan tembaga berdiameter 0,125 mm sepanjang 30meter dan ditempatkan pada beberapa medium (udara, kumparan kawat diberi angin, air, dan minyak tanah). Kumparan diberi tegangan(V) yang bervariasi dari 1,8 โ€“ 9 volt, kemudian kuat arus listrik (I) pada rangkaian diukur. Dari set data (Vi, Ii) kemudian difitting menurutmodel yang sesuai, selanjutnya dari penyimpangan kurva terhadap garis lurus dianalisis tingkat konsistensinya terhadap hukum Ohm.Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa pada tegangan 1,8 โ€“ 4 volt kumparan konsisten terhadap hukum Ohm pada semua medium,namun pada tegangan 4 โ€“ 9 volt kumparan tidak konsisten terhadap hukum Ohm. Urut-urutan medium dari yang kurang konsisten sampaidengan yang paling tidak konsisten terhadap hukum Ohm adalah minyak tanah, air, kumparan kawat diberi angin, dan udara. Dengankeadaan ini maka jika kumparan tersebut akan digunakan sebagai komponen elektronik yang ikut memberikan andil pada timbulnyahambatan arus listrik, maka pada pasokan tegangan lebih besar dari 4 volt perlu dipertimbangkan penggunaan medium untuk mengurangiterjadinya simpangan terhadap hukum Ohm.