Efisiensi Energi Dari Tungku Sekam Dengan Kompor Bahan Bakar Campuran Air, Minyak Dan Gas Karbon (Asap) Dengan Metode Kavitasi

Author: 
Casnan
Irzaman
Pudji Untoro
Abstrak: 

Pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk yang terus meningkat menyebabkan pertambahan konsumsi energi di duniameningkat. Di Indonesia diperkirakan kebutuhan energi nasional akan meningkat dari 674 juta SBM tahun 2002 menjadi 1680 juta SBMpada tahun 2020, meningkat sekitar 2,5 kali lipat atau naik dengan laju pertumbuhan rata-rata tahunan sebesar 5,2%. Namun, pasokanenergi yang ada semakin hari semakin menipis. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan suatu terobosan untuk mencegah terjadinyakrisis energi. Salah satu energi yang terbarukan yang mempunyai potensi besar adalah pemanfaatan sekam padi untuk tungku sekam denganefisiensi energi 14,34%-21,21%. Pemanfaatan sekam menjadi kompor menghasilkan gas karbon yang cukup banyak. Konsentrasi karbonyang berlebihan di udara bukan merupakan suatu hal yang baik bagi kondisi lingkungan, karena karbon yang terlepas ke udara secaraberlebihan dapat mengakibatkan peningkatan suhu bumi. Sehingga diperlukan suatu alternative baru untuk memanfaatkan gas karbon hasilpembakaran sekam tersebut. Gas karbon hasil pembakaran sekam padi yang dicampur dengan hasil kavitasi campuran minyak dan airdapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Tujuan pemanfaatan gas karbon pembakaran sekam padi adalah untuk menciptakan energialternatif yang dapat mengurangi pelepasan karbon ke udara sebagai salah satu upaya untuk mengurangi dampak global warming danenergi murah yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. Metode yang digunakan dalam pembuatan energi alternatif ini adalah denganmetode kavitasi. Minyak yang dicampur dengan air diberi getaran ultrasonik dari sonokimia sehingga menghasilkan uap kering, kemudianasap (gas Karbon) yang dihasilkan oleh tungku sekam dialirkan pada uap kering tersebut, sehingga campuran uap kering dengan asap (gaskarbon) dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar yang siap digunakan dengan efisiensi energi 11,36% - 17,28%.